SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06

Jumat, 15 April 2011

Bikin Parking Brake Lock Skubek

Berpikir safety, sangat baik! Terutama di kondisi jalanan seperti sekarang ini. Tetapi, akan lebih baik lagi jika tidak hanya safety gear alias pakaian berkendara saja yang dipikirkan. Safety di motor juga harus dong.

Terlebih untuk pacuan matik alias skubek yang tidak aplikasi transmisi percepatan. Jika besutan di parkir dalam kondisi turunan atau menanjak, motor yang punya transmisi agak bisa lebih aman. Yaitu, cukup masukan gigi untuk mencegah motor nyelonong. Baik itu mundur atau maju.

Tapi di matik, tentu tidak bisa diperlakukan seperti itu dong. Tidak ada gigi yang menahan gerak motor. Dan juga, tidak semua skubek yang mengaplikasi penghenti laju kendaraan ketika parkir atau diam.

Seperti misalnya, yang terdapat di skubek Honda yang menyebut fitur ini dengan sebutan parking brake lock atau, di pacuan baru Yamaha yang baru aja nonggol Januari lalu. Yap! Yamaha Lexam yang bebek matik alias betik sudah mengaplikasi fitur safety ini dengan sebutan rear hand brake.

Meski Honda dan Yamaha punya sebutan dan cara pengoperasian berbeda, tapi fungsinya sama. Fitur ini untuk mengunci atau menahan tuas rem belakang agar tidak kembali ke posisi semula. Kondisi ini, membuat rem belakang terus mengunci. Sehingga, motor atau roda belakang jadi tidak bergerak.

Tetapi, buat sobat yang motornya belum dilengkapi fitur parking brake lock bisa kok mencomot atau pasang teknologi ini ke pacuan kesayangan. Yaitu, pakai punya part Honda.

Sayangnya, tidak semua part Honda yang bisa diaplikasi. Karena dudukan tuas rem Honda BeAT dan Vario menyatu dengan setang. Paling pakai punya Honda Scoopy,” beber Keling dari Workshop Autosonic di Perigi, Tangerang, Banten.

Bisa pakai punya Honda Scoopy
Setidaknya, empat part harus dibeli untuk melengkapi fitur ini. Pertama, tuas rem Scoopy yang tuasnya ada coakan. Dijual Rp 16.200. Lalu, dudukan handel rem itu sendiri yang dibanderol Rp 32 ribu. Part ketiga, parking lock yang ditawarkan Rp 9 ribu dan per yang dijual Rp 600.

Tapi, ada juga sih part lainnya. Yaitu, switch rem belakang yang punya dudukan di handel rem. Part ini dijual Rp 20 ribu. Tapi kalau kabel rem sendiri, itu masih bisa pakai part yang standar bawaan motor yang sudah ada kok.

Semua part ini dijual terpisah. Jadi, sobat kudu merakitnya. Setelah pasang dudukan handel rem belakang, pasang tuas rem dan kabelnya dulu.

Sebab jika parking lock sudah dipasang duluan, maka kabel rem tidak bisa masuk. Bandul kabel rem, terhalang besi tengah parking lock ketika ingin dipasangkan ke tuas rem.
Pasang klip setelah rakit parking lock

Kini, motor dan sobat pun bisa lebih santai. Tidak cuma saat parkir, tapi termasuk ketika berhenti di jalan menanjak atau menurun. Tangan bisa bebas dengan cukup mengaktifkan parking brake lock.



Sumber :
1. Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Fotografer : Eka
2. http://ototips.otomotifnet.com/read/2011/03/11/316839/226/27/Bikin-Parking-Brake-Lock-Seperti-Skubek-Honda

Kamis, 14 April 2011

Yamaha xeon, yang lain semakin ketinggalan

Yamaha xeon?? sekilas jika kita mendengar nama Yamaha Xeon, pasti yang terlintas adalah body semok nan seksi dengan mesin 125 cc yang powerfull. Tapi terlepas dari itu semua, tak banyak yang tau tentang teknologi yang dibawa oleh Yamaha Xeon di dalam dirinya sehingga kebanyakan masyarakat akan mengatakan Yamaha Xeon dengan Yamaha mio soul sama tapi kok bisa harganya mahalan xeon jauh ya?? padahal cuma beda cc gitu aja, nah lho gimana nie sekarang?? tenang friends, penulis akan membantu mengulas tentang teknologi high-tech yang membuat Yamaha Xeon irit, powerfull dan tahan lama.
Yamaha Xeon telah mengusung teknologi Diasil Cylinder, DiaSil Adalah singkatan dari Die Aluminium Silicon, yaitu material logam yang merupakan campuran aluminium dan silicon, sehingga material ini memiliki beberapa keungulan antara lain memiliki kemampuan pendinginan yang baik, ketahanan terhadap aus yang tinggi, ramah lingkungan. kenapa bisa ramah lingkungan?? karena teknologi Diasil Cylinder ini dibuat dengan teknologi Die Casting (cetak) bukan dengan menggunakan nikel total. Proses dengan teknologi tinggi dan modern sehingga menghasilkan performa yang tinggi, ringan, irit oli. Mana ada matic lain yang sanggup membuat teknologi seperti ini selain Yamaha. disini point utama keunggulan Yamaha Xeon dengan matic lainnya.
Selain menggunakan Diasil Cylinder, Pistonnya pun dibuat dengan teknologi Forging (Tempa). Piston ini oleh Yamaha disebut dengan Forged Piston, piston seperti ini memiliki ketahanan yang tinggi dibandingkan piston konvensional. Teknologi Forged Piston adalah teknologi motor balap yang diaplikasikan ke Yamaha Xeon. teknologi ini hanya dimiliki oleh yamaha dan indonesia adalah negara pertama yang menggunakannya. keuntungan yang didapat dengan menggunakan Forged Piston ini adalah Tahan lama ( Awet ), Tahan Kompresi tinggi ( tahan panas yang tinggi ), minim gesekan, Biaya perawatan yang rendah karena lapisan timah berfungsi untuk mencegah piston baret sehingga terlihat “berkilau” walaupun bergesekan dengan dinding Cylinder
Dengan segala kelebihan ini sekarang jelas sudah kenapa Yamaha Xeon lebih mahal daripada Yamaha Mio Soul ataupun matic lain. Performa touring pun sangat istimewa, penulis sendiri telah merasakan bagaimana performa Yamaha Xeon, keiritan dan ketangguhan mesinnya. Trayek Surabaya - Bali hanya membutuhkan bensin sebanyak 11 liter ( Rp. 49.500 ). jikalau Yamaha xeon diadu dengan matic lain yang sering mengaku sebagai trend setter matic, jelas kita lihat pemenangnya dan langsung bisa kita tentukan siapa pemenangnya tanpa kita sebutkan siapa pemenangnya. Matic lain hanya bisa mengaklain bahwa dia adalah matic dengan segala fitur canggihnya. Tapi bagaimana dengan mesinnya?? kalah jauh friends dibandingkan dengan Yamaha. Hanya Yamaha yang tau bagaimana memanjakan konsumennya. jangan hanya diberi "fitur - fitur" canggih donk tapi mesin jadul hehehe ( peace :D )

Yamaha Xeon semakin tak tertandingi..

Sumber :
1. by: Sugeng-Xeon

Selasa, 12 April 2011

Paket Bore Up Yamaha Xeon, Piston 62 mm Klep 31/27

Karena berpendingin cairan, Yamaha Xeon 125 enggak bisa di bore up pakai piston alias seher gede. Karena di luar dinding liner ada lubang air radiator. Makanya piston yang bisa dipakai maksimal cuma diameter 58 mm.

“Itu dulu. Sekarang silinder blok Xeon 125 bisa pakai seher hingga 62 mm tanpa ganggu lubang air. Sebab lubang tersebut juga sudah dimodifikasi,” ujar Chandra Sopandi yang menjual part ini Rp 1,250 juta.

Bukan hanya silinder blok, pemilik bengkel Bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung ini, juga melansir head Xeon 125 sebagai pasangannya. Keunggulnnya pun tidak cuma kubahnya yang menyesuaikan bentuk kepala seher berdiameter 62 mm. Tapi, lihat juga peranti pendukungnya.

Karena diameter seher sudah lebih besar, payung klep yang dipasang juga bisa pakai ukuran gede. Kalau aslinya klep in 28 mm dan ex 24 mm, dengan blok ini bisa pakai klep diameter 31 mm (in) dan 27 mm (ex).

“Menggunakan klep batang 5 mm dan ringan, pastinya sudut seting klep material albronze ikut digeser keluar. Ini juga dijual Rp 1,250 juta,” lanjut Chandra yang bisa dihubungi di nomor (022) 6022179.

Satu paketnya dilego Rp 2,4 juta
Tapi kalau yang ingin beli satu set, Chandra bilang bakal kasih diskon Rp 100 ribu. Atau jadi Rp 2,4 juta untuk satu paketnya.

Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Istimewa

XEONERS MALANG