SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06

Selasa, 08 Maret 2011

Satu Trik Ampuh Bikin Skutik Responsif, Ganti Roller Dong!

Banyak cara dilakukan skutiker untuk mengubah skutiknya jadi tambah laju. Salah satunya, mengganti roller yang lebih enteng. “Maklum skutik kurang responsif putaran bawahnya, jadi mesti dibikin enteng,” kata Coki Liga Siswanto, bos JP Racing di Jl. Cendrawasih No.6EF, Sawah Lama, Tangerang, Banten ini.


Ada pula yang mengomposisikan roller secara mixing. Artinya, digabung dengan metode pasang selang-seling antara roller yang lebih berat dan ringan. Sehingga akeselerasi di bawah lebih bagus, dan di atasnya juga enggak terlalu kedodoran.

Oh ya, fungsi roller buat membantu mengatur putaran mesin rendah ke tinggi. Kerjanya, saat terjadi gaya sentrifugal, roller mendorong puli dan puli pun mengembang yang sekaligus bikin belt menegang. Nah, rutinitas itu, lama-lama membuat roller peyang akibat terus menerus bergesekan dengan mangkuk puli. “Idealnya, tiap 10 ribu km mesti diganti baru,” lanjut Coki.


Nah, di pasaran, pilihan roller pun beragam. Dari bahan dan bentuknya, juga harga yang ditawarkan. Misal berbahan teflon, polycarbonate dan lainnya. Dari berbentuk bulat hingga persegi. Biar lebih jelas berikut ini, beberapa pilihannya.

Kawahara
Kawahara
Fisik luarnya kasar dan berwarna kuning, bertuliskan merek dan beratnya. Permukaannya cukup halus, sedang kuningan di dalamnya dan bubutannya sangat rapi. Bahanya, teflon. Dijual dengan harga Rp 70 ribu.
CLD
CLD
Dibandrol Rp 60 ribu. Warnanya cokelat dan permukaannya halus.  Materialnya dari teflon. Lubang di tengahnya pakai kuningan.

Kitaco
Bagian luar berwarna cokelat, bertuliskan merek, ukuran diameter dan panjang serta beratnya. Permukaan yang bersentuhan dengan puli sangat halus dan licin. Bahannya dari polycarbonate, namun ada campuran plastiknya. Sedang bagian dalam berisi kuningan dengan bubutan yang cukup halus. Dijajakan Rp 70 ribu.
TDR
TDR
Cukup terkenal di dunia balap. Bentuk permukaannya agak kasar. Part berwarna cokelat ini harganya berkisar Rp 65 ribu. Di bagian dalamnya ada kuningan dengan bubutan yang rapi.
LHK
LHK
Bagian luar berwarna putih. Bahannya dari teflon dan di tengahnya terlihat kuningan yang halus. Untuk menebus part ini siapkan dana Rp 60 ribu.
RRGS
RRGS
Masih cukup banyak diaplikasi skutiker. Seperti produk lain, roller ini berwarna kuning dan bahannya juga dari teflon. Di toko aksesori dijajakan Rp 60 ribu.


AHRS
Meski terbilang baru, tapi cukup banyak dicari orang. Harganya hampir sama dengan yang lain, berkisar Rp 70 ribu. Untuk bahannya, terbuat dari teflon yang dikombinasikan kuningan di tengah.
MerekYamahaHondaSuzuki
Kawahara70 ribu75 ribu85 ribu
CLD65 ribu75 ribu90 ribu
TDR60 ribu70 ribu70 ribu
LHK65 ribu75 ribu90 ribu
RRGS60 ribu75 ribu85 ribu
AHRS60 ribu75 ribu85 ribu
Kitaco70 ribu70 ribu90 ribu
Note: harga bisa berubah sewaktu-waktu
tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
Sumber :
1. Penulis/Foto: Jotos / Jotos

Selasa, 01 Maret 2011

Perawatan CVT Skutik, Pahami Usia Pakainya Ya!


Tak sedikit surat pembaca masuk ke redaksi curhat soal keanehan pada bagian CVT di skutik tunggangan mereka. Terutama mengenai kendala vibrasi yang muncul. Gak jarang pula yang menanyakan bagaimana cara perawatan yang baik dan benar sesuai ajuran pabrik, serta apakah komponen CVT-nya memiliki masa pakai tertentu atau tidak?

Nah, untuk menjawab semua itu, OTOMOTIF coba meminta penjelasan dari pakarnya langsung, yakni bagian technical service beberapa pabrikan motor Jepang yang mengeluarkan motor tipe ini. Begini jawaban mereka.

"Kebanyakan kendala vibrasi yang timbul, disebabkan oleh debu dan kotoran yang hinggap dalam ruang CVT. Debu atau kotoran itu bisa dari udara luar (terisap ke dalam ruang CVT), bisa pula akibat ampas hasil gesekan belt terhadap puli," terang Endro Sutarno, Technical Service Training Instuctor PT Astra Honda Motor (AHM).

Nah, untuk menghindari hal itu, bagian ruang CVT ini pada periode tertentu disarankan untuk dibersihkan. Sayangnya, masih banyak pengguna skutik yang tidak memahami anjuran ini. Ketika melakukan perawatan rutin ke bengkel, bagian CVT sama sekali tidak ikut diservis. Paling hanya sekadar ganti oli, bersihin karburator atau filter udara saja. 

Padahal umumnya di buku pedoman perawatan yang biasa disertakan ketika membeli motor jenis ini, di dalamnya ada anjuran untuk melakukan servis bagian CVT pada periode tertentu. Apa mungkin buku pedoman itu gak pernah dibaca ya? Hayo ngaku! Hehehe.. Jadi, jangan heran ya kalau tiba-tiba muncul gejala vibrasi atau slip di komponen CVT.

Puli primer dan skunder mesti dilakukan pelumasan ulang pada periode tertentu untuk mencegah keausan

"Di skutik Yamaha, servis CVT dianjurkan minimal setiap 10 ribu km," beber Muhamad Abidin, Manager Technical Departement Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Item servisnya, lanjut Abidin, bukan hanya membersihkan kotoran yang nempel. Melainkan juga meliputi pemeriksaan semua komponen CVT, serta memberikan pelumasan ulang pada beberapa komponen pakai grease khusus. 

"Kalau pada produk Honda, anjuran dari pabrik servis CVT dilakukan setiap 8.000 km," tukas Wedijanto Widarso, Manager Technical Development Department AHM. Masih kata Pak Wed (sapaan akrabnya), di samping membersihkan bagian CVT serta mengecek kondisi komponennya, tiap 8.000 km juga disarankan untuk dilakukan penggantian oli girboks (gigi reduksi).


Belt Wajib diganti berkala meski secara visual terlihat masih bagus

Selain itu yang perlu diingat, ada komponen CVT yang punya masa pakai tertentu. Yakni belt. Lantaran terbuat dari bahan campuran rubber, tentu lama-lama akan mengalami keausan (umumnya makin memanjang/melar). Nah, kalau sampai melar, efeknya akan membuat daya cengkramnya terhadap puli jadi melemah. Sehingga timbul lah slip.

Pada skutik berlambang sayap mengepak, komponen ini dianjurkan untuk diganti setiap 24 ribu km. Sementara untuk semua matik Yamaha, sarannya tiap 25 ribu km. "Walaupun secara visual terlihat masih bagus," tukas Abidin.

Namun baik menurut Abidin maupun Pak Wed, periodik penggantian itu juga tergantung cara berkendara serta kondisi lingkungan. "Kalau bawa motornya sering disentak atau daerah tempat tinggalnya banyak debu, umur belt bisa lebih singkat lo," terang keduanya.

Sumber :
1. Penulis/Foto: DiC / Salim

XEONERS MALANG