SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06
Tampilkan postingan dengan label Belt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belt. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Belt CVT Asli VS Aftermarket, Serupa Belum Tentu Sama!

Panjang belt bisa dihitung dari jumlah mata gigi

Serupa belum tentu sama alias bukan piston dibelah dua. Seperti V-belt CVT yang banyak dijajakan di pasaran. Tipe sabuk memang untuk motor yang sobat pakai, tapi belum tentu pas.

 “Ada perbedaan proses produksi antara belt untuk aftermarket dan OEM. Selisih 0,0 sekian mm meski untuk skubek yang dimaksudnya, tapi belum tentu cocok. Selisih 0,5 mm pengaruh pada kerja CVT,” pasti Nardi Reylnald Khoe, Power Transmission Belt Division Manager PT Bando Indonesia, produsen sabuk  Bando, Jakarta.

Artinya, sabuk CVT aftermarket yang jelas di kemasannya tercantum, misalnya untuk BeAT atau Vario, belum tentu pas. Bisa jadi kepanjangan atau lebih pendek 0,5 mm dari kebutuhan sabuk yang pas untuk BeAT atau Vario sobat.

“OEM dirancang dengan ukuran khusus, panjang dan lebarnya. Kalau sabuk aftermarket, diproduksi dengan mengambil ukuran rata-rata aja,” tegas Nardi yang berkantor di bilangan Jl. Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Komponen lain bisa kena dampak

Ambil contoh problem yang dialami salah satu awak redaksi MOTOR Plus. Tiga kali servis CVT karena ada problem yang dianggap janggal. Berisik dan tenaga seperti ditahan. Enggak tahunya pilihan sabuk yang dianggap jadi masalah. Padahal, awal penggantian dipilih yang memang untuk skubek yang dipakai.

“Meski kependekan atau kepanjangan 0,5 mm pasti ada dampaknya. Paling riskan kalau kependekan,” kata Endro Sutarno dari Technical Service Training PT Astra Honda Motor (AHM), Jakarta Utara.
Selisih 0,5 mm lebih panjang atau lebih pendek untuk skubek sama

Endro ngasih saran saat membeli belt sebaiknya diukur dulu panjang dan lebar belt asli bawaan motor. Seandainya dapat belt yang lebih pendek, ada beberapa komponen yang dipastikan akan bisa atau cepat aus, atau kemungkin rusak.

"Belt yang sedikit lebih pendek paling terasa waktu putaran gas awal. Motor sudah dibuka, tapi tenaga seperti ada yang nahan,” ucap Endro yang markasnya di PT Astra Honda Training Center (AHTC), Sunter, Jakarta Utara.

Kalau putaran mesin tertahan, ada komponen yang sebenarnya bergerak bebas waktu gas dibuka tapi malah gak bekerja semestinya. Salah satunya bearing puli belakang yang berhubungan langsung dengan girboks. “Dibiarkan lama, bearing bisa rusak. Karena putarannya enggak mulus akibat belt yang kelewat pendek,” wanti Endro lagi.

Agak sedikit rada mending sabuk CVT yang ditebus sedikit molor karena efeknya hanya selip. Ciri utamanya, pas dipasang dan gas dibuka, sedikit ada gejala belt paling atas bergerak naik turun. Gerakannya seperti mau menampar cover CVT.

Sumber :
1. Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : Adib


Selasa, 01 Maret 2011

Perawatan CVT Skutik, Pahami Usia Pakainya Ya!


Tak sedikit surat pembaca masuk ke redaksi curhat soal keanehan pada bagian CVT di skutik tunggangan mereka. Terutama mengenai kendala vibrasi yang muncul. Gak jarang pula yang menanyakan bagaimana cara perawatan yang baik dan benar sesuai ajuran pabrik, serta apakah komponen CVT-nya memiliki masa pakai tertentu atau tidak?

Nah, untuk menjawab semua itu, OTOMOTIF coba meminta penjelasan dari pakarnya langsung, yakni bagian technical service beberapa pabrikan motor Jepang yang mengeluarkan motor tipe ini. Begini jawaban mereka.

"Kebanyakan kendala vibrasi yang timbul, disebabkan oleh debu dan kotoran yang hinggap dalam ruang CVT. Debu atau kotoran itu bisa dari udara luar (terisap ke dalam ruang CVT), bisa pula akibat ampas hasil gesekan belt terhadap puli," terang Endro Sutarno, Technical Service Training Instuctor PT Astra Honda Motor (AHM).

Nah, untuk menghindari hal itu, bagian ruang CVT ini pada periode tertentu disarankan untuk dibersihkan. Sayangnya, masih banyak pengguna skutik yang tidak memahami anjuran ini. Ketika melakukan perawatan rutin ke bengkel, bagian CVT sama sekali tidak ikut diservis. Paling hanya sekadar ganti oli, bersihin karburator atau filter udara saja. 

Padahal umumnya di buku pedoman perawatan yang biasa disertakan ketika membeli motor jenis ini, di dalamnya ada anjuran untuk melakukan servis bagian CVT pada periode tertentu. Apa mungkin buku pedoman itu gak pernah dibaca ya? Hayo ngaku! Hehehe.. Jadi, jangan heran ya kalau tiba-tiba muncul gejala vibrasi atau slip di komponen CVT.

Puli primer dan skunder mesti dilakukan pelumasan ulang pada periode tertentu untuk mencegah keausan

"Di skutik Yamaha, servis CVT dianjurkan minimal setiap 10 ribu km," beber Muhamad Abidin, Manager Technical Departement Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Item servisnya, lanjut Abidin, bukan hanya membersihkan kotoran yang nempel. Melainkan juga meliputi pemeriksaan semua komponen CVT, serta memberikan pelumasan ulang pada beberapa komponen pakai grease khusus. 

"Kalau pada produk Honda, anjuran dari pabrik servis CVT dilakukan setiap 8.000 km," tukas Wedijanto Widarso, Manager Technical Development Department AHM. Masih kata Pak Wed (sapaan akrabnya), di samping membersihkan bagian CVT serta mengecek kondisi komponennya, tiap 8.000 km juga disarankan untuk dilakukan penggantian oli girboks (gigi reduksi).


Belt Wajib diganti berkala meski secara visual terlihat masih bagus

Selain itu yang perlu diingat, ada komponen CVT yang punya masa pakai tertentu. Yakni belt. Lantaran terbuat dari bahan campuran rubber, tentu lama-lama akan mengalami keausan (umumnya makin memanjang/melar). Nah, kalau sampai melar, efeknya akan membuat daya cengkramnya terhadap puli jadi melemah. Sehingga timbul lah slip.

Pada skutik berlambang sayap mengepak, komponen ini dianjurkan untuk diganti setiap 24 ribu km. Sementara untuk semua matik Yamaha, sarannya tiap 25 ribu km. "Walaupun secara visual terlihat masih bagus," tukas Abidin.

Namun baik menurut Abidin maupun Pak Wed, periodik penggantian itu juga tergantung cara berkendara serta kondisi lingkungan. "Kalau bawa motornya sering disentak atau daerah tempat tinggalnya banyak debu, umur belt bisa lebih singkat lo," terang keduanya.

Sumber :
1. Penulis/Foto: DiC / Salim

XEONERS MALANG