SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06
Tampilkan postingan dengan label Aki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aki. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Panduan Saat Beli Aki

Jangan sepelekan spek aki
Ganti spesifikasi aki motor standar dilarang nggak sih? Apalagi kalau konsumen nggak tahu konsekuensinya. Sebab, apakah aki pengganti mampu menyuplai arus setrum ke semua komponen kelistrikkan, atau malah bikin kerja komponen pengisian makin berat.

Biar nanti nggak bikin masalah, berikut syarat dasar atau panduan konsumen yang ingin beli aki baru. Sebagai gambaran, kenapa spesifkasi aki motor bebek dengan sport beda. Di bebek umumnya pakai 12V/3,5~5Ah, sedang motorsport antara 12V/7~10Ah. Perbedaan ampere dipengaruhi arus yang dibutuhan. Misal untuk di motor bebek (12V/5Ah), ukuran 5Ah cuma mampu mensuplai setrum ke komponen listrik di motor tidak lebih dari 60 watt.

“Itu hasil dari perkalian 12V x 5Ah = 60 watt. Jika lebih, setrum aki cepat tekor. Di motor pengapian AC, tandanya lampu netral agak redup saat difungsikan. Kalau pengapian DC, mesin sering mbrebet, tanda kurang setrum,” bilang Muhamad Ma’sum, instruktur sekolah mekanik Center (HMTC) Surabaya.

Aki tekor umumnya karena regulator rusak atau ada penambahan komponen kelistrikan di motor. Sehingga bila spek aki ikut diturunkan, arus yang dialirkan semakin besar hingga tidak sebanding dengan kapasitas aki. Sebaliknya aki diperbesar. Meski kemampuan aki menyuplai arus lebih baik, namun kinerja sepul dan kiprok tambah berat lantaran harus terus-menerus mengisi setrum ke aki besar.

“Ingat, aki besar juga harus didukung wiring yang bagus juga. Seperti, kualitas kabel harus diperbaiki agar tidak mudah terbakar,” imbuh Ma’sum di Jl. Jagir Wonokromo, No. 100. Komp. Ruko Mangga 2, Blok AA2, Surabaya. (www.motorplus-online.com)

Selasa, 04 Oktober 2011

Antisipasi Aki Drop, Pasang Voltmeter Pada Yamaha Xeon

Aksesori cukup banyak digunakan, lantas listrik dari aki pun menjadi sumber tenaganya. Nah inilah yang kerap terlihat oleh Wira Sentosa, dari SACS di kawasan Pondok Gede, soal peranti aksesori yang melekat pada skutik-skutik saat ini.

Memang, kondisi meriah di malam hari membuat tampilan tunggangan kesayangan jadi lebih menarik perhatian, tetapi kebutuhan akan listrik pun akan lebih ‘menarik' beban aki. "Kita tidak akan pernah tahu berapa banyak voltase aki di motor," ungkap Wira. Kalau pun ingin tahu, tentu perlu repot pakai alat ukur seperti di bengkel (gbr.1)
Tahu-tahu, seperti pelari kehabisan nafas, sedang asyik berlari, langsung tumbang terengah-engah. Itu pula kemungkinan yang dibayangkan Wira. "Kadang, skuter menggunakan audio, lantas lampu-lampu, tahu-tahu akinya drop enggak ketahuan," jelasnya.

Agar serangan mendadak aki drop ini bisa dihindari, perlu upaya penjagaan yang akurat. "Pasang saja voltmeter, biar terlihat berapa besaran voltase yang ada di aki," katanya. Caranya pun mudah, tak perlu membongkar perangkat terlampau banyak untuk mengaplikasinya.

Seperti di Yamaha Xeon ini, pertama-tama tentu sediakan voltmeternya dulu. Peranti ini berbentuk kotak dengan tampilan digital yang menunjukkan angka besaran voltase di aki. Peranti ini bisa ditebus dengan harga Rp 280 ribu.

Pasang yuuk, tujuan utama ada pada kunci kontak dan kabel-kabel yang menuju ke kunci kontak. Pada voltmeter ini terdapat dua buah kabel plus soketnya. "Sambungkan saja kabel positif dan negatifnya dengan mengambil arus menuju kunci kontak," jelas Wira.

Pada voltmeter ini terdapat kabel dan soket sendiri, di belakang soketnya ada dua buah kabel yang berwarna hitam dan merah (gbr.2). Kabel hitam sebagai penghubung dengan ground, sementara yang merah dihubungkan ke kabel positif dari aki. 
Sudah terbayang bagian mana yang akan disambungkan? Nah sekarang tentukan posisi voltmeternya. Sebaiknya di bagian yang mudah terlihat, misalkan di dekat setang bagian bawah atau boks (gbr.3)

Kalau sudah ketemu posisinya, sekarang tarik kabelnya dan sambungkan kabel merah dengan kabel positif dari aki pada kunci kontak (gbr.4), sementara yang hitam dengan kabel ground, bisa langsung ke bodi saja diikat dengan baut.

Begitu sudah terpasang, akan terlihat besaran voltase aki yang ada di skutik kita. Nah sekarang bergaya dengan dandanan full aksesori tentu tak perlu khawatir aki tekor di jalan, karena masih bisa terkontrol dengan baik. (motorplus.otomotifnet.com)

Sabtu, 09 Juli 2011

Pakai HID? Ubah AC Ke DC Biar Gak Tekor

Pengguna lampu HID, terutama di motor bebek dan matik, terlebih dahulu harus mengubah kelistrikan lampu. Dari sistem AC ke DC. Dan, kalaupun sudah diubah, keluhan setrum aki tekor tetap masih sering dirasakan.

Kini enggak perlu khawatir lagi. Tinggal pasang anti tekor merek Doop ini. Bahkan enggak perlu repot lagi ngubah kelistrikan. "Tinggal pasang, aki juga enggak bakalan tekor," promosi Albert dari CV Sumber Urip di MGK Kemayoran Otozone, Lt 6 Blok F1, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jika motornya pakai satu lampu utama seperti Honda Scoopy, cukup pakai anti tekor seharga Rp 125.000. “Tapi, jika lampu utamanya dua, seperti Yamaha Jupiter atau Honda Vario, pakai yang dibanderol Rp 225.000,” promosi Albert.

Menurut Albert, alat ini juga membantu pengisian ke kiprok. Kabel dari kunci kontak ke switch lampu yang dapat listrik dari kiprok, diganti dari aki lewat kontak.

“Sehingga nyala lampu utama tidak perlu lagi menunggu mesin hidup, sudah Langsung byar. Soalnya kelistrikannya sudah langsung diubah ke DC,” jelas lelaki yang juga menjual HID untuk motor ini.

Langkah seperti ini mirip dengan di Honda Tiger atau Scorpio. “Begitu kunci kontak ON dan sakelar ON juga,, lampu langsung nyala. Tanpa harus menghidupkan mesin,” sergap brother yang bisa dihubungi di (021) 98-222-338.



Sumber :
1. Penulis : Tining | Teks Editor : Nurfil | Foto : Tining
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/02/18/316053/208/27/Pakai-HID-Ubah-AC-Ke-DC-Biar-Gak-Tekor

Kamis, 07 Juli 2011

Komparasi Aki Sepeda Motor

MotoBike - Belakangan ini makin banyak merek aki buat sepeda motor yang beredar di pasaran. Masing-masing mengklaim kemampuan produknya lebih mantap dan tahan lama. Untuk membuktikanya dibuat semacam percobaan kecil-kecilan pada 7 buah merek aki di pasaran.

Metode pengujiannya sangat sederhana. Yakni dengan memasang rangkaian headlamp motor berdaya 35 Watt yang menganut 2 filamen. Kedua filament (biasanya untuk lampu dekat dan jauh) dirangkai paralel. Sehingga kalau ditotal (2 x 35 Watt) menghasilkan daya 70 W.
Nah, jumlah bohlam headlamp yang dipakai semuanya ada 4 buah. Artinya kalau ditotal dayanya jadi 280 Watt. Keempat bohlamp itu nantinya dinyalakan berbarengan mengandalkan arus dari masing-masing aki. Kemudian dihitung waktunya seberapa lama masing-masing aki tadi mampu menghidupkan keempat bohlamp.

Oh iya, biar fair, ke-7 aki yang kami pilih jadi kontestan semuanya baru. Lalu seluruh aki di-charge ulang sampai indikator charger berkedip penuh. Nah, aki manakah yang mampu meyuplai arus listrik lebih lama ke-empat bohlamp tadi? Yuk, maree..cekidot! 



Motobatt MTZ5S

Teknologi Motobatt termasuk maju dengan pemakaian gel sebagai pengganti air aki. Otomatis tak perlu repot menambahkan atapun khawatir air aki luber. Harganya Rp 150 ribu.

Ketika soket disambungkan, Motobatt memberikan performa bagus karena sanggup bertahan hingga 10,02 Volt di menit keempat. Penurunan paling banyak terjadi setelah itu, karena di menit selanjutnya, Motobatt menyisakan 5,4 V hingga habis di menit 11.


Yuasa Pafecta Super MF YTZ5S

Bobot Yuasa paling berat dibanding kompetitornya. Mengusung spek 3,5 Ah dengan harga retail Rp 130 ribu. Setelah proses charging, Yuasa memberikan tegangan lebih dari cukup, sebesar 12,93 V.

Begitu soket tersambung, tenaganya hanya drop 11,98 V dan juga sanggup bertahan hingga menit keempat. Hanya, tegangan selanjutnya masih cukup tinggi di bilangan 8,4 V, hingga menyisakan 1,1 V di menit ke 14. Salah satu yang terlama di kelasnya.


GS MF Sealed GTZ5S

GS jawara untuk bertahan ketika diberikan beban sebanyak 4 buah lampu. Kekuatannya bertahan hingga menit ke 14 dan 30 detik. Paling lama di kelasnya.

Ketika baru starter, GS masih bertahan di kisaran 12,3 V. Hebatnya, depresiasi tegangan GS termasuk pelan, hingga terbilang lemah di tegangan 6,27 V pada menit kelima.


Global GTZ5S

Global termasuk aki yang habis menyisakan 1,02 V di menit ke 11. Hanya sayangnya, cepat drop dari starte awal di tegangan 11,4 V yang hanya bertahan hingga 10,47 V di menit ke 2.

Selanjutnya, Global terus turun hingga 8,15 V dan langsung drop di 4,4 V di menit keempat. Memang ketika menyisakan arus listrik sedikit.


NS Advance GTZ5S

Spesifikasi aki ini mengusung kuat arus 3,5 Ah dengan tegangan penuh 12,94 V. Sayangnya, begitu starter, tenaganya langsung drop hingga 11,68 V dan hanya bertahan hingga 10,67 V pada menit kedua. Menit-menit selanjutnya, NS hanya menyisakan listrik hingga habis 1,15 V di menit ke 11.


Gexin GTZ5S

Sekilas, performanya lumayan mengingat Gexin sanggup bertahan hingga tegangan 10,45 V di menit ketiga. Sayangnya, menit selanjutnya Gexon langsung drop jauh hingga bersisa 1,31 V di menit ke 8.


Toyo GTZ5S

Kandidat yang paling cepat menghabiskan listrik, hanya tersisa 1,2 V di menit ke 10. Padahal, starter awalnya lumayan hebat ketika menghasilkan tenaga 12,22 V setelah soket lampu tersambung. Menit ketiga, tegangan yang tersisa hanya 6,8 V dan terus drop di kisaran 2 V hingga habis di menit 10.



Sumber :
1. Penulis : Tim OTOMOTIF | Editor : Pilot | Photo :
2. http://www.mymotobike.com/index.php/article/read_article/12671/221/2011/03/11/Komparasi_Aki_Sepeda_Motor

Selasa, 05 Juli 2011

Aki Baru Belum Tentu Layak Pakai

Dicharge sesuai keterangan di bodi aki 

Wajib diperhatikan waktu beli  aki baru. Sebab aki baru nggak bisa dijamin kondisinya bisa langsung pasang lantaran juga punya usia pakai. “Buat aki konvesional umurnya 6 bulan dari tahun pembuatan dan aki MF setahun. Lebih dari itu harus dicharge ulang,” kata Hendy Rosadi dari Technical Support Marketing Departement PT Yuasa Battery Indonesia (YBI).

Gampang ngeceknya. Lihat kode produksi di bodi aki. Umumnya terdiri dari 8 digit seperti angka 29050930. Paling penting enam digit angka yang dihitung dari kanan ke kiri. Dua digit pertama menunjukkan tanggal pembuatan, dua digit kedua bulan produksi dan dua digit ketiga tahun produksi.

“Seandainya lebih dari setahun harus dicharge. Sebab sejak keluar dari pabrik, ada masa penurunan kualitas voltage per hari sebesar 0,01% untuk aki MF, sedangkan aki konvensional 0,1%,” kata Hendy yang berkantor di Jl. MH. Thamrin, Tangerang, Banten.

Hitung sendiri seandainya aki konvensional atau MF sudah tersimpan lebih dari setahun. “Harus dipancing dulu biar tegangannya kembali normal. Setelah itu pakai charger khusus buat aki MF. Kalau langsung dicharge pakai charger spesial aki MF tidak bakal bisa,” yakin Handy.

Untuk mengecharge aki baru sudah ada ketentuan yang tercantum di masing-masing aki. Ada voltage tertentu yang wajib dicharge, enggak peduli aki MF atau konvensional. “Sudah ada tercantum di aki 12V. Tapi ada keterangan harus dicharge kalau setelah dites 12,4V. Dicharge supaya tegangannya bisa mempermudah starter. Kalau di atas 12,4V, aki enggak perlu dicharge supaya enggak overcharge,” tegas Handy yang sudah lebih dari 25 tahun bergabung di YBI.



Sumber :
1. Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/22/319401/208/27/Aki-Baru-Belum-Tentu-Layak-Pakai

Senin, 04 Juli 2011

Membaca Kode Aki, Hindari Salah Beli!

Kode aki, biasanya terletak di bagian depan

Menjadi cermat sebelum membeli barang, bisa meminimalkan kesalahan. Misalnya seperti beli aki buat motor kesayangan. Aki juga mempunyai kode yang bisa jadi patokan kebutuhan. So, buat sobat yang ingin beli aki, silakan baca dulu kode-nya.

Buat aki motor, kode ini biasanya tertera di bodi. Terutama di bagian terdepan. Buat mudahnya coba ambil salah satu accu. Misalnya, merek GS Battery. “Kode ini bisa memewakili setiap tipe aki,” ungkap Sahrudin dari divisi Technical Support PT GS Battery Indonesia.

Contohnya jika tertera tulisan atau kode GM4-3B dan di bawahnya tertera tulisan 12V-4AH/10. Mulai GM4-3B dulu ya. GM = aki polymion (12 volt). 4 = kapasitas aki dalam 10 jam. 3 = posisi terminal aki (untuk posisi terminal aki, ada 4 model. Tapi, untuk nomor 3, posisinya sejajar dengan terminal positif di kanan dan terminal negatif di sisi kiri).

B = posisi lubang udara (ada 4 model untuk posisi lubang udara. Untuk tipe B, letaknya di samping kanan). Lanjut ke 12V-4AH/10. 12V = tegangan nominal aki. 4AH/10hr = kapasitas aki (4 ampere jam). Sekarang tinggal lebih teliti lagi deh sebelum membeli.



Sumber :
1. Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/06/01/319904/208/27/Membaca-Kode-Aki-Hindari-Salah-Beli

Sabtu, 02 Juli 2011

Salah Pasang Kabel Terminal Aki, Apa Yang Terjadi?

Apa yang terjadi jika pasang kabel terbalik?

Pasang kabel di terminal aki, bisa saja terbalik. Misalkan kabel plus yang merah disambung ke teminal aki min. Begitupun kabel hitam dipasang di terminal plus atau positif. Apa yang terjadi? Apakah motor terbakar atau akan korslet dan komponen kelistrikan semuanya mati. Ini bahaya!

Seperti dialami Feriandi, mekanik khusus matik. Dia melihat kejadian langsung mekanik pemula yang jadi keneknya. Karena masih belajar, salah pasang kabel plus dan minus. Awalnya dikira akan bahaya. “Kejadiannya di Yamaha New Mio atau Mio Smile,” jelas mantan mekanik Kymco Bintaro itu.

Namun begitu kontak di-ON-kan, tidak terjadi apa-apa. Tidak ada asap atau tanpa terjadi kebakaran pada kabel. “Tapi, begitu starter elektrik dihidupkan, yang terdengar suara ker...ker...ker....,” jelas mekanik berambut ikal itu lagi.

Itu bukan suara apa-apa. Ternyata putaran dinamo starter yang terbalik. Jadinya timbul suara seperti itu. “Otomatis motor juga tidak mau hidup karena arah putaran mesin jadi terbalik. Bukannya ke depan tapi ke belakang,” rinci Fery.

Di motor lain kudu waspada. “Sebab sistem kelistrikan berbeda. Seperti di Suzuki Shogun, CDI bisa terbakar,” tambah Zaenudin alias Bang Jay dari Eka Jaya Motor.

Menurut Bang Jay, kadang kalau terbalik pasang kabel aki, biasanya timbul percikan ketika kabel dihubungkan ke terminal accu alias aki. Itu tanda paling mudah dikenali. Tapi, biasanya posisi aki sudah dibikin sesuai dengan posisi kabel aki. Jadi, memang tidak mudah terbalik. Kasus terbalik biasanya karena ganti jenis aki. Misalnya aki bebek pake Tiger. Posisi terminal memang bisa jadi berbeda.



Sumber :
1. Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/06/03/319906/208/27/Salah-Pasang-Kabel-Terminal-Aki-Apa-Yang-Terjadi-

Jumat, 01 Juli 2011

Kupas Tipe Aki, Semua Tetap Pakai Cairan

Ngomogin aki, pasti sering dengar kata aki basah, kering dan gel. Kata-kata itu kerap diucapkan mekanik atau orang awam yang kurang paham soal aki. Terutama arti atau maksud dari tipe aki itu.

Tidak bermaksud meremehkan, tapi sekadar mengingat kembali. Biar nggak salah mending tanya langsung aja ke ahlinya. Apa sih beda aki basah, aki kering atau aki gel yang katanya ada banyak beredar di pasaran?

Sahrudin, Technical Support PT GS Battery, memparkan beda aki basah, kering dan gel. Menurutnya, aki basah (konvensional) adalah aki yang didukung cairan elektrolit, pelat positif dan negatif yang terbungkus separator Polymion terpisah pada aki merek GS, semua dapat dilihat dari luar.

Aki basah karena cairan dan pelat positif dan negatif berlapis seperator tampak dari luar

Sedang aki kering atau MF (Maintenance Free), menurut Sahrudin prinsipnya sama saja. Namun aki MF buat motor mengusung teknologi setingkat di atas aki MF mobil, lantaran menggunakan tipe Valve Regulated Lead Acid. Di mana berat jenis cairan elektrolit lebih tinggi juga murni daripada aki basah.

Biar kuat dan tahan, separator aki MF yang pisahkan antara pelat positif dan negatif gunakan separator AGM (Absorbant Glass Mate). Seperator khusus ini dapat menyerap dan menyimpan cairan agar tetap melekat di dalam kwadah aki.

Disebut aki kering karena cairan menyerap dan tersimpan di seperator bermaterial khusus

“Makanya kalau aki MF dibelah, air aki tak akan terlihat lantaran sudah menyerap di sparator AGM. Itu sebabnya aki tipe MF banyak orang bilang aki kering. Padahal baik aki konvensional atau MF masih pakai cairan elektrolit.”

Begitu juga aki tipe MF yang diisi cairan saat perakitan di pabrik atau yang diisi di luar. Ditegaskan Sahrudin pada dasarnya kontruksinya sama. Bedanya hanya pada proses pengisian cairan elektrolit yang wadahnya model terpisah.
Aki MF pengisian cairan di luar konstruksi sama dengan aki MF lain 

Sedangkan aki tipe gel, menurut bapak ramah ini sebetulnya memang ada tapi tidak familiar. Sebab aki tipe ini umum digunakan untuk keperluan peralatan elektronik berteknologi tinggi. Misal di pesawat terbang atau di laboratorium yang butuh aki lebih aman juga ringan.

“Meski betuknya sama seperti aki MF, mungkin harganya bisa jauh lebih mahal. Karena kemampuan separator yang dipakai aki tipe gel harus lebih bagus untuk imbangi kualitas elektrolit yang pastinya lebih bagus juga,” ingatnya.


Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo


Senin, 27 Juni 2011

Intip Bagian Aki, Kering-Basah Sama Saja

 Komponen di dalam aki basah, hybrid dan kering sama saja
Sudah paham seluk-beluk aki dan bedanya. Biar lengkap dibahas juga bagian penting aki. Apalagi fungsi aki tipe basah (konvensional), hybrid dan kering (maintenance free), sama menyuplai setrum ke komponen kelistrikan motor.

Informasi ini sangat penting agar pemilik motor lebih paham tugas dan fungsi aki, terutama saat melakukan perawatan juga dapat mengetahui kondisi aki yang baik atau sudah rusak. Berikut ini bagian-bagiannya:
1. Kotak aki : Berfungsi sebagai rumah atau wadah dari komponen aki yang terdiri atas cairan aki, pelat positif dan pelat negatif berikut separatornya.
2.Tutup aki: Berada di atas, tutup aki berfungsi sebagai penutup lubang pengisian air aki ke dalam wadahnya. Sehingga  aki tidak mudah tumpah. Di aki kering tertentu tidak ada komponen ini. Kalaupun ada tidak boleh dibuka.
3. Lubang ventilasi : Untuk tipe konvensional ada di samping atas dan ada slangnya. Berfungsi untuk memisahkan gas hydrogen dari asam sulfat serta sebagai saluran penguapan air aki. Sedang tipe MF, gas hydrogen dikondisikan lagi menjadi cairan sehingga tidak dibutuhkan lubang ventilasi.
4. Pelat logam: Terdiri dari pelat positif dan negatif. Untuk pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pelat negatif hanya dibuat dari logam timbel (Pb).
5. Air aki: Dibuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).
6. Separator: Berada di antara pelat positif dan negatif, separator bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang dapat menimbulkan short alias hubungan arus pendek.
7. Sel: Adalah ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang berisi cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.
8. Terminal aki: Keduanya berada di atas wadah, karena merupakan ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Bagian ini terdiri dari terminal positif dan juga negatif.



Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/23/319400/208/27/Intip-Bagian-Aki-Kering-Basah-Sama-Saja

Kamis, 23 Juni 2011

Cuci Aki? Gak Perlu Di Kuras!

Rontokan timbel bisa bikin korslet

Boleh nggak sih aki dikuras? Sebab lihat hasilnya tidak ada kendala saat air aki dikuras kemudian diisi air zuur (botol warna merah). Bahkan aki tetap keluar setrum walau belum dicas ulang untuk mendapatkan tegangan ideal (12 volt).

“Sesuai aturan pabrik, aki sebetulnya tidak perlu dicuci apalagi dikuras. Sebab bekas rontokan timbel secara otomatis akan langsung ditampung pada bagian bawah wadah aki yang bentuknya disekat juga jauh dari sel,” beber Sahrudin, Technical Support PT GS Battery.

Sebaliknya kalau air aki sengaja dikuras. Bekas rontokan timbel yang tidak ikut keluar bersama cairan elektrolit, saat posisi aki kembali semula akan mengendap di atas sel elektroda positif juga negatif. Dikhawatirkan akan terjadi korslet. Kalau aki sudah pernah mengalami hubungan arus pendek, penyebab cepat rusak.

“Itu sebabnya kenapa air aki tipe konvensional tidak boleh dikuras. Oleh kerena itu, pabrikan sudah membuat wadah penampung rontokan timbel di bawah. Kalau sudah mulai tebal dan mendekati sel, artinya aki minta diganti baru agar setrum kembali,” ingat bapak berkator di Jl Yos. Sudarso, Sunter I, Jakarta Utara.



Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Adib
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/06/05/319905/208/27/Cuci-Aki-Gak-Perlu-Di-Kuras

Selasa, 21 Juni 2011

Rawat Aki, Hindari Gembung Dan Sel Rusak

 Aki gembung karena kelebihan arus

Normalnya masa pakai aki itu antara 2-2,5 tahun. Tapi, umur pakai ini bisa jauh berkurang atau malah lebih. Ini semua tergantung perawatan dari pemilik kendaraan terhadap komponen pemasok arus ini. “Jika penggunaannya tepat.  Seperti, level ketinggian aki dijaga, beban arus tidak berlebih. Maka umur maksimal bisa dicapai aki itu,” yakin Sahrudin, Technical Support PT GS Battery.

Berkurangnya air aki merupakan hal yang lumrah. Itu karena setiap kali kendaraan digunakan, terjadi proses pengisian arus listrik dari alternator atau dinamo ke aki. Pada saat itulah, air menguap, sehingga kelamaan pastinya akan berkurang jumlahnya.

“Fungsi air aki jadi pengantar arus listrik yang dipasok oleh alternator ke sel-sel aki. Oleh karena itu, bila sel tidak terendam air, proses pengisian arus listrik tidak akan maksimal,” tambah Suryadi, salah seorang pedagang aki yang beralamat di Jl. Cawang,  Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Sel rusak karena batas air kurang

Aki  yang tidak layak digunakan ada beberapa ciri fisik. Cirinya antara lain kondisi aki yang menggembung dan kerusakan sel di dalam aki. “Untuk aki yang gembung bisa dilihat secara transparan. Penyebabnya karena kelebihan gas hidrogen bisa karena overcharge atau sering mengkorsletkan aki untuk mengecek arus,” kata Yadi panggilan akrabnya.

Untuk aki yang mengalami kerusakan sel bisa menyebabkan soak. “Sebab, sel ini yang berfungsi untuk menyimpan arus. Jika sel rusak, pengisian yang dilakukan alternator tidak dapat disimpan. Ini yang menyebabkan aki soak. Gejala ini dapat ditemui seperti susah distarter, bunyi klakson lemah, atau nyala lampu sein redup,” tegas Sahrudin yang hobi sepeda.

Perawatan soal aki ini bisa dengan mengecek sambungan kabel pada terminal aki yang kendur. Akibatnya terminal dan kabel aki jadi panas karena gesekan kabel yang mengandung arus listrik. “Ini bahayanya. Dapat menimbulkan percikan api dan ini dapat menyebabkan kebakaran pada kendaraan. Selain itu aki tidak akan terisi dengan baik pada saat kendaraan dalam kondisi hidup,” sebut Yadi.

Perangkat modifikasi  yang dilakukan pemilik motor juga akan menyebabkan aki cepat rusak. “Beban arus aki itu biasanya untuk menyuplai arus sekitar 70 persen dari batas pada aki. Karenanya penambahan variasi seperti lampu dengan watt besar, klakson dengan suara kencang bila tidak diimbangi pasokan arus listrik dari alternator ke aki, maka aki akan cepat rusak,” wanti Sahrudin yang kelahiran Tegal, Jawa Tengah.
Kerak putih segera dibersihkan dengan air panas

“Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyesuaikan kemampuan alternator bila melakukan modifikasi yang membutuhkan asupan arus listrik lebih banyak,” pesan Yadi. 

Kerusakan aki bisa juga disebabkan pengisian alternator yang sudah kurang baik. “Ini  dapat menyebabkan aki cepat drop atau tekor. Terlebih buat yang banyak memakai variasi elektronik yang diyakini banyak juga memakan arus, kelayakan kerja alternator harus diperhatikan, jika memang tidak sesuai lagi segera ganti dengan yang berdaya lebih besar,” tambah Sahrudin yang berjenggot tipis. 

Kerusakan bisa juga karena membiarkan butiran putih oksidasi yang terdapat di kepala atau terminal aki. “Kondisi ini sebenarnya wajar saja terjadi di aki basah. Ini disebabkan penguapan yang berlebihan. Segera bersihkan dengan menyiramkan air panas untuk merontokkan kerak. Karena klau tidak segera dibersihkan, kotoran itu akan menggangu arus listrik,” yakin Sahrudin.


Sumber :
1. Penulis : Hend | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo

Sabtu, 18 Juni 2011

Beda Aki Konvensional dan Aki Maintenance Free

Baterai konvensional dan MF. Sama pakai air cuma beda bahan

Baterai, atau dalam kamus motor, biasa kita sebut aki. Ini jadi komponen pendukung paling penting di motor. "Apalagi di motor modern. Peran aki sangat penting. Terutama karena motor modern sudah pakai elektrik starter. Tanpa aki, sistem ini tidak berfungsi," jelas Hendy Rohendi, Technical Support PT Yuasa, produsen aki yang bermarkas di wilayah Tangerang.

Sebelum melangkah ke penjelasan Hendy, kita pahami dulu apa itu aki. Komponen ini adalah penyimpan listrik yang dihasilkan oleh sepul dan magnet di mesin. Setrum yang ditampung baterai dialirkan ke semua komponen yang membutuhkannya. Misalnya, lampu, elektrik starter.

"Makanya, kita menyebut fungsi aki itu SLI. Bukan Sambungan Langsung Internasional. Tapi, Starting, Lighting dan Iighting. Menghidupkan motor, menyalakan lampu dan memercikan api," ujar Hendy lagi.

Nah, untuk keperluan motor, Hendy menyebut hanya ada dua tipe aki. Yaitu, aki konvensional dan aki maintenance free atau aki MF. "Sebenarnya ada juga aki tipe hybrid. Tapi, untuk motor, belum ada baterai hybrid," tegasnya.

Oke..., mari mulai membahasnya satu per satu. Dimulai dari aki konvensional dulu. Yang dimaksud Hendy sebagai aki konvensional adalah batere yang biasa disebut sebagai aki basah.

"Sebenarnya disebut aki basah karena cairan di dalamnya terlihat. Merendam sel-selnya. Dan, biasanya, sel-sel aki basah dibuat dari bahan timbel alias PbSb," sebut pria yang sudah mengabdi di kantornya selama 30 tahun itu.

"Aki dulu, yang disebut konvensional, dikenali dengan adanya elemen dan air aki atau aki zuur. Karena terlihat air di dalamnya, kita menyebut aki basah," timpal Tjahyo Sugiarto, manajer Quality Assurance, PT Yuasa Indonesia, produsen baterai Yuasa.

Lalu, seiring kemajuan zaman, teknologi baterai alias aki pun berkembang. Pada aki tipe terbaru, ditemukan bahan yang bisa membuat penguapan air makin minim. Di teknologi yang berikutnya, ditemukan penguapan air atau elektrolik di aki lebih kecil.

Tenologi ini memungkinkan produsen baterai membuat aki yang tidak mengharuskan pemakai mengecek air aki. "Karena tidak terlihat itu lah disebut aki kering. Padahal, di dalamnya tetap terdapat aki zuur. Padahal, karena tidak perlu melihat, mengecek dan merawat, kita menyebutnya baterai maintenance free atau aki MF," jelas Tjahyo lagi.

 Aki MF ini sebenarnya masih menggunakan bahan dasar yang sama, yaitu timbel alias PB. Namun, sebagai penghantarnya, bukan lagi menggunakan Sb alias antimon. "Pada aki MF, penghantarnya menggunakan calsium. Makanya disebut PbCa," bilang Hendy dan Tjahyo.

Aki kering atau maintenance- free. Sel lebih padat
Bedanya, accu zuur yang masuk ke dalam baterai MF cenderung menjadi gel. Itu bisa terjadi, karena di sel-sel akinya mengandung zat yang bisa mengikat air. Sehingga air tidak terlihat. Makanya bungkusnya pun tertutup rapat dan hitam.

Jadi, pada intinya, baik aki basah atau aki kering, tetap menggunakan timbel alias Pb sebagai penyimpan listrik. Juga tetap memanfaatkan accu zuur untuk menghantar elektrolitnya. "Bedanya hanya pada rangkaian pengikatnya. Aki maintenance free pakai calcium. Yang basah, pakai antimon," sebut Hendy.

Sekarang, kenapa aki basah perlu pengisian air murni untuk merawatnya? Seperti dijelaskan Hendy dan Tjahyo, sifat Sb alias Antimon mereduksi air (zuur). Akibatnya, air di sel baterai berkurang. "Jika H2O menguap, maka timbalnya akan bereaksi dengan udara luar. Akibatnya, lapisan timbel di sel aki bisa rusak. Makanya, ketinggian air aki harus di atas batas lower," wanti Tjahyo.

Beda dengan sifat calcium (PbCa). Calcium punya sifat mengikat oksigen. Alhasil, penguapan air jadi rendah. "Penguapannya lebih lama dari umur aki itu sendiri. Sebelum air habis, sel-sel sudah rusak. Makanya, aki MF tidak perlu perawatan pengisian air. Begitu soak, ya ganti," tegas Tjahyo lagi.

Sekarang bicara perawatannya. Dari tiga perawatan, dua di antaranya sama. Yaitu, kudu tetap jaga kebersihan pentolan sebagai kutub positif dan negatif baterai dari korosi. Dan, tidak sembarangan menambah peranti elektronik. "Bedanya, aki konvensional masih perlu mengecek aki zuur, sedang aki MF tidak perlu," tutup Hendy dan Tjahyo.


Sumber :
1. Penulis : Aries | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/24/319399/208/27/Beda-Aki-Konvensional-dan-Aki-Maintenance-Free

Jumat, 17 Juni 2011

Penyebab Aki Jebol

Meski jarang, aki motor juga bisa meledak. Apalagi kalau minim perawatan dan dibiarkan berulang-ulang. Bodi semplakan bisa gosong atau kulit jadi taruhan.

Aki meledak dapat terjadi jika tegangan yang tersimpan di aki melebihi kapasitas yang dibutuhkan. Orang umum bilang itu overcharge, akibat komponen alektronik pembatas dan pengatur tegangan dari sepul alias kiprok sedang alami masalah.

Yang seharusnya aki standar cuma mampu menampung tegangan sekitar 12 volt, tapi malah lebih. Bisa di atas 14~15 volt lebih. Makanya aki bisa meledak. Duaaarr…



Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Dok.Motor Plus
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/19/319387/213/27/Penyebab-Aki-Jebol

Rabu, 15 Juni 2011

Antisipasi Aki Drop, Pasang Voltmeter Pada Yamaha Xeon

Aksesori cukup banyak digunakan, lantas listrik dari aki pun menjadi sumber tenaganya. Nah inilah yang kerap terlihat oleh Wira Sentosa, dari SACS di kawasan Pondok Gede, soal peranti aksesori yang melekat pada skutik-skutik saat ini. 

Memang, kondisi meriah di malam hari membuat tampilan tunggangan kesayangan jadi lebih menarik perhatian, tetapi kebutuhan akan listrik pun akan lebih ‘menarik' beban aki. "Kita tidak akan pernah tahu berapa banyak voltase aki di motor," ungkap Wira. Kalau pun ingin tahu, tentu perlu repot pakai alat ukur seperti di bengkel (gbr.1).

Tahu-tahu, seperti pelari kehabisan nafas, sedang asyik berlari, langsung tumbang terengah-engah. Itu pula kemungkinan yang dibayangkan Wira. "Kadang, skuter menggunakan audio, lantas lampu-lampu, tahu-tahu akinya drop enggak ketahuan," jelasnya.

Agar serangan mendadak aki drop ini bisa dihindari, perlu upaya penjagaan yang akurat. "Pasang saja voltmeter, biar terlihat berapa besaran voltase yang ada di aki," katanya. Caranya pun mudah, tak perlu membongkar perangkat terlampau banyak untuk mengaplikasinya.

Seperti di Yamaha Xeon ini, pertama-tama tentu sediakan voltmeternya dulu. Peranti ini berbentuk kotak dengan tampilan digital yang menunjukkan angka besaran voltase di aki. Peranti ini bisa ditebus dengan harga Rp 280 ribu.

Pasang yuuk, tujuan utama ada pada kunci kontak dan kabel-kabel yang menuju ke kunci kontak. Pada voltmeter ini terdapat dua buah kabel plus soketnya. "Sambungkan saja kabel positif dan negatifnya dengan mengambil arus menuju kunci kontak," jelas Wira.

Pada voltmeter ini terdapat kabel dan soket sendiri, di belakang soketnya ada dua buah kabel yang berwarna hitam dan merah (gbr.2). Kabel hitam sebagai penghubung dengan ground, sementara yang merah dihubungkan ke kabel positif dari aki.
Sudah terbayang bagian mana yang akan disambungkan? Nah sekarang tentukan posisi voltmeternya. Sebaiknya di bagian yang mudah terlihat, misalkan di dekat setang bagian bawah atau boks (gbr.3)

Kalau sudah ketemu posisinya, sekarang tarik kabelnya dan sambungkan kabel merah dengan kabel positif dari aki pada kunci kontak (gbr.4), sementara yang hitam dengan kabel ground, bisa langsung ke bodi saja diikat dengan baut.

Begitu sudah terpasang, akan terlihat besaran voltase aki yang ada di skutik kita. Nah sekarang bergaya dengan dandanan full aksesori tentu tak perlu khawatir aki tekor di jalan, karena masih bisa terkontrol dengan baik.

Sumber :
1. Penulis : Ben | Teks Editor : AZ | Foto : F. Yosi


XEONERS MALANG