SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06

Sabtu, 09 Juli 2011

Pakai HID? Ubah AC Ke DC Biar Gak Tekor

Pengguna lampu HID, terutama di motor bebek dan matik, terlebih dahulu harus mengubah kelistrikan lampu. Dari sistem AC ke DC. Dan, kalaupun sudah diubah, keluhan setrum aki tekor tetap masih sering dirasakan.

Kini enggak perlu khawatir lagi. Tinggal pasang anti tekor merek Doop ini. Bahkan enggak perlu repot lagi ngubah kelistrikan. "Tinggal pasang, aki juga enggak bakalan tekor," promosi Albert dari CV Sumber Urip di MGK Kemayoran Otozone, Lt 6 Blok F1, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jika motornya pakai satu lampu utama seperti Honda Scoopy, cukup pakai anti tekor seharga Rp 125.000. “Tapi, jika lampu utamanya dua, seperti Yamaha Jupiter atau Honda Vario, pakai yang dibanderol Rp 225.000,” promosi Albert.

Menurut Albert, alat ini juga membantu pengisian ke kiprok. Kabel dari kunci kontak ke switch lampu yang dapat listrik dari kiprok, diganti dari aki lewat kontak.

“Sehingga nyala lampu utama tidak perlu lagi menunggu mesin hidup, sudah Langsung byar. Soalnya kelistrikannya sudah langsung diubah ke DC,” jelas lelaki yang juga menjual HID untuk motor ini.

Langkah seperti ini mirip dengan di Honda Tiger atau Scorpio. “Begitu kunci kontak ON dan sakelar ON juga,, lampu langsung nyala. Tanpa harus menghidupkan mesin,” sergap brother yang bisa dihubungi di (021) 98-222-338.



Sumber :
1. Penulis : Tining | Teks Editor : Nurfil | Foto : Tining
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/02/18/316053/208/27/Pakai-HID-Ubah-AC-Ke-DC-Biar-Gak-Tekor

Kamis, 07 Juli 2011

Komparasi Aki Sepeda Motor

MotoBike - Belakangan ini makin banyak merek aki buat sepeda motor yang beredar di pasaran. Masing-masing mengklaim kemampuan produknya lebih mantap dan tahan lama. Untuk membuktikanya dibuat semacam percobaan kecil-kecilan pada 7 buah merek aki di pasaran.

Metode pengujiannya sangat sederhana. Yakni dengan memasang rangkaian headlamp motor berdaya 35 Watt yang menganut 2 filamen. Kedua filament (biasanya untuk lampu dekat dan jauh) dirangkai paralel. Sehingga kalau ditotal (2 x 35 Watt) menghasilkan daya 70 W.
Nah, jumlah bohlam headlamp yang dipakai semuanya ada 4 buah. Artinya kalau ditotal dayanya jadi 280 Watt. Keempat bohlamp itu nantinya dinyalakan berbarengan mengandalkan arus dari masing-masing aki. Kemudian dihitung waktunya seberapa lama masing-masing aki tadi mampu menghidupkan keempat bohlamp.

Oh iya, biar fair, ke-7 aki yang kami pilih jadi kontestan semuanya baru. Lalu seluruh aki di-charge ulang sampai indikator charger berkedip penuh. Nah, aki manakah yang mampu meyuplai arus listrik lebih lama ke-empat bohlamp tadi? Yuk, maree..cekidot! 



Motobatt MTZ5S

Teknologi Motobatt termasuk maju dengan pemakaian gel sebagai pengganti air aki. Otomatis tak perlu repot menambahkan atapun khawatir air aki luber. Harganya Rp 150 ribu.

Ketika soket disambungkan, Motobatt memberikan performa bagus karena sanggup bertahan hingga 10,02 Volt di menit keempat. Penurunan paling banyak terjadi setelah itu, karena di menit selanjutnya, Motobatt menyisakan 5,4 V hingga habis di menit 11.


Yuasa Pafecta Super MF YTZ5S

Bobot Yuasa paling berat dibanding kompetitornya. Mengusung spek 3,5 Ah dengan harga retail Rp 130 ribu. Setelah proses charging, Yuasa memberikan tegangan lebih dari cukup, sebesar 12,93 V.

Begitu soket tersambung, tenaganya hanya drop 11,98 V dan juga sanggup bertahan hingga menit keempat. Hanya, tegangan selanjutnya masih cukup tinggi di bilangan 8,4 V, hingga menyisakan 1,1 V di menit ke 14. Salah satu yang terlama di kelasnya.


GS MF Sealed GTZ5S

GS jawara untuk bertahan ketika diberikan beban sebanyak 4 buah lampu. Kekuatannya bertahan hingga menit ke 14 dan 30 detik. Paling lama di kelasnya.

Ketika baru starter, GS masih bertahan di kisaran 12,3 V. Hebatnya, depresiasi tegangan GS termasuk pelan, hingga terbilang lemah di tegangan 6,27 V pada menit kelima.


Global GTZ5S

Global termasuk aki yang habis menyisakan 1,02 V di menit ke 11. Hanya sayangnya, cepat drop dari starte awal di tegangan 11,4 V yang hanya bertahan hingga 10,47 V di menit ke 2.

Selanjutnya, Global terus turun hingga 8,15 V dan langsung drop di 4,4 V di menit keempat. Memang ketika menyisakan arus listrik sedikit.


NS Advance GTZ5S

Spesifikasi aki ini mengusung kuat arus 3,5 Ah dengan tegangan penuh 12,94 V. Sayangnya, begitu starter, tenaganya langsung drop hingga 11,68 V dan hanya bertahan hingga 10,67 V pada menit kedua. Menit-menit selanjutnya, NS hanya menyisakan listrik hingga habis 1,15 V di menit ke 11.


Gexin GTZ5S

Sekilas, performanya lumayan mengingat Gexin sanggup bertahan hingga tegangan 10,45 V di menit ketiga. Sayangnya, menit selanjutnya Gexon langsung drop jauh hingga bersisa 1,31 V di menit ke 8.


Toyo GTZ5S

Kandidat yang paling cepat menghabiskan listrik, hanya tersisa 1,2 V di menit ke 10. Padahal, starter awalnya lumayan hebat ketika menghasilkan tenaga 12,22 V setelah soket lampu tersambung. Menit ketiga, tegangan yang tersisa hanya 6,8 V dan terus drop di kisaran 2 V hingga habis di menit 10.



Sumber :
1. Penulis : Tim OTOMOTIF | Editor : Pilot | Photo :
2. http://www.mymotobike.com/index.php/article/read_article/12671/221/2011/03/11/Komparasi_Aki_Sepeda_Motor

Selasa, 05 Juli 2011

Aki Baru Belum Tentu Layak Pakai

Dicharge sesuai keterangan di bodi aki 

Wajib diperhatikan waktu beli  aki baru. Sebab aki baru nggak bisa dijamin kondisinya bisa langsung pasang lantaran juga punya usia pakai. “Buat aki konvesional umurnya 6 bulan dari tahun pembuatan dan aki MF setahun. Lebih dari itu harus dicharge ulang,” kata Hendy Rosadi dari Technical Support Marketing Departement PT Yuasa Battery Indonesia (YBI).

Gampang ngeceknya. Lihat kode produksi di bodi aki. Umumnya terdiri dari 8 digit seperti angka 29050930. Paling penting enam digit angka yang dihitung dari kanan ke kiri. Dua digit pertama menunjukkan tanggal pembuatan, dua digit kedua bulan produksi dan dua digit ketiga tahun produksi.

“Seandainya lebih dari setahun harus dicharge. Sebab sejak keluar dari pabrik, ada masa penurunan kualitas voltage per hari sebesar 0,01% untuk aki MF, sedangkan aki konvensional 0,1%,” kata Hendy yang berkantor di Jl. MH. Thamrin, Tangerang, Banten.

Hitung sendiri seandainya aki konvensional atau MF sudah tersimpan lebih dari setahun. “Harus dipancing dulu biar tegangannya kembali normal. Setelah itu pakai charger khusus buat aki MF. Kalau langsung dicharge pakai charger spesial aki MF tidak bakal bisa,” yakin Handy.

Untuk mengecharge aki baru sudah ada ketentuan yang tercantum di masing-masing aki. Ada voltage tertentu yang wajib dicharge, enggak peduli aki MF atau konvensional. “Sudah ada tercantum di aki 12V. Tapi ada keterangan harus dicharge kalau setelah dites 12,4V. Dicharge supaya tegangannya bisa mempermudah starter. Kalau di atas 12,4V, aki enggak perlu dicharge supaya enggak overcharge,” tegas Handy yang sudah lebih dari 25 tahun bergabung di YBI.



Sumber :
1. Penulis : Niko | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/22/319401/208/27/Aki-Baru-Belum-Tentu-Layak-Pakai

XEONERS MALANG