SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06

Senin, 04 Juli 2011

Membaca Kode Aki, Hindari Salah Beli!

Kode aki, biasanya terletak di bagian depan

Menjadi cermat sebelum membeli barang, bisa meminimalkan kesalahan. Misalnya seperti beli aki buat motor kesayangan. Aki juga mempunyai kode yang bisa jadi patokan kebutuhan. So, buat sobat yang ingin beli aki, silakan baca dulu kode-nya.

Buat aki motor, kode ini biasanya tertera di bodi. Terutama di bagian terdepan. Buat mudahnya coba ambil salah satu accu. Misalnya, merek GS Battery. “Kode ini bisa memewakili setiap tipe aki,” ungkap Sahrudin dari divisi Technical Support PT GS Battery Indonesia.

Contohnya jika tertera tulisan atau kode GM4-3B dan di bawahnya tertera tulisan 12V-4AH/10. Mulai GM4-3B dulu ya. GM = aki polymion (12 volt). 4 = kapasitas aki dalam 10 jam. 3 = posisi terminal aki (untuk posisi terminal aki, ada 4 model. Tapi, untuk nomor 3, posisinya sejajar dengan terminal positif di kanan dan terminal negatif di sisi kiri).

B = posisi lubang udara (ada 4 model untuk posisi lubang udara. Untuk tipe B, letaknya di samping kanan). Lanjut ke 12V-4AH/10. 12V = tegangan nominal aki. 4AH/10hr = kapasitas aki (4 ampere jam). Sekarang tinggal lebih teliti lagi deh sebelum membeli.



Sumber :
1. Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/06/01/319904/208/27/Membaca-Kode-Aki-Hindari-Salah-Beli

Sabtu, 02 Juli 2011

Salah Pasang Kabel Terminal Aki, Apa Yang Terjadi?

Apa yang terjadi jika pasang kabel terbalik?

Pasang kabel di terminal aki, bisa saja terbalik. Misalkan kabel plus yang merah disambung ke teminal aki min. Begitupun kabel hitam dipasang di terminal plus atau positif. Apa yang terjadi? Apakah motor terbakar atau akan korslet dan komponen kelistrikan semuanya mati. Ini bahaya!

Seperti dialami Feriandi, mekanik khusus matik. Dia melihat kejadian langsung mekanik pemula yang jadi keneknya. Karena masih belajar, salah pasang kabel plus dan minus. Awalnya dikira akan bahaya. “Kejadiannya di Yamaha New Mio atau Mio Smile,” jelas mantan mekanik Kymco Bintaro itu.

Namun begitu kontak di-ON-kan, tidak terjadi apa-apa. Tidak ada asap atau tanpa terjadi kebakaran pada kabel. “Tapi, begitu starter elektrik dihidupkan, yang terdengar suara ker...ker...ker....,” jelas mekanik berambut ikal itu lagi.

Itu bukan suara apa-apa. Ternyata putaran dinamo starter yang terbalik. Jadinya timbul suara seperti itu. “Otomatis motor juga tidak mau hidup karena arah putaran mesin jadi terbalik. Bukannya ke depan tapi ke belakang,” rinci Fery.

Di motor lain kudu waspada. “Sebab sistem kelistrikan berbeda. Seperti di Suzuki Shogun, CDI bisa terbakar,” tambah Zaenudin alias Bang Jay dari Eka Jaya Motor.

Menurut Bang Jay, kadang kalau terbalik pasang kabel aki, biasanya timbul percikan ketika kabel dihubungkan ke terminal accu alias aki. Itu tanda paling mudah dikenali. Tapi, biasanya posisi aki sudah dibikin sesuai dengan posisi kabel aki. Jadi, memang tidak mudah terbalik. Kasus terbalik biasanya karena ganti jenis aki. Misalnya aki bebek pake Tiger. Posisi terminal memang bisa jadi berbeda.



Sumber :
1. Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/06/03/319906/208/27/Salah-Pasang-Kabel-Terminal-Aki-Apa-Yang-Terjadi-

Jumat, 01 Juli 2011

Kupas Tipe Aki, Semua Tetap Pakai Cairan

Ngomogin aki, pasti sering dengar kata aki basah, kering dan gel. Kata-kata itu kerap diucapkan mekanik atau orang awam yang kurang paham soal aki. Terutama arti atau maksud dari tipe aki itu.

Tidak bermaksud meremehkan, tapi sekadar mengingat kembali. Biar nggak salah mending tanya langsung aja ke ahlinya. Apa sih beda aki basah, aki kering atau aki gel yang katanya ada banyak beredar di pasaran?

Sahrudin, Technical Support PT GS Battery, memparkan beda aki basah, kering dan gel. Menurutnya, aki basah (konvensional) adalah aki yang didukung cairan elektrolit, pelat positif dan negatif yang terbungkus separator Polymion terpisah pada aki merek GS, semua dapat dilihat dari luar.

Aki basah karena cairan dan pelat positif dan negatif berlapis seperator tampak dari luar

Sedang aki kering atau MF (Maintenance Free), menurut Sahrudin prinsipnya sama saja. Namun aki MF buat motor mengusung teknologi setingkat di atas aki MF mobil, lantaran menggunakan tipe Valve Regulated Lead Acid. Di mana berat jenis cairan elektrolit lebih tinggi juga murni daripada aki basah.

Biar kuat dan tahan, separator aki MF yang pisahkan antara pelat positif dan negatif gunakan separator AGM (Absorbant Glass Mate). Seperator khusus ini dapat menyerap dan menyimpan cairan agar tetap melekat di dalam kwadah aki.

Disebut aki kering karena cairan menyerap dan tersimpan di seperator bermaterial khusus

“Makanya kalau aki MF dibelah, air aki tak akan terlihat lantaran sudah menyerap di sparator AGM. Itu sebabnya aki tipe MF banyak orang bilang aki kering. Padahal baik aki konvensional atau MF masih pakai cairan elektrolit.”

Begitu juga aki tipe MF yang diisi cairan saat perakitan di pabrik atau yang diisi di luar. Ditegaskan Sahrudin pada dasarnya kontruksinya sama. Bedanya hanya pada proses pengisian cairan elektrolit yang wadahnya model terpisah.
Aki MF pengisian cairan di luar konstruksi sama dengan aki MF lain 

Sedangkan aki tipe gel, menurut bapak ramah ini sebetulnya memang ada tapi tidak familiar. Sebab aki tipe ini umum digunakan untuk keperluan peralatan elektronik berteknologi tinggi. Misal di pesawat terbang atau di laboratorium yang butuh aki lebih aman juga ringan.

“Meski betuknya sama seperti aki MF, mungkin harganya bisa jauh lebih mahal. Karena kemampuan separator yang dipakai aki tipe gel harus lebih bagus untuk imbangi kualitas elektrolit yang pastinya lebih bagus juga,” ingatnya.


Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo


XEONERS MALANG