SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06

Selasa, 21 Juni 2011

Rawat Aki, Hindari Gembung Dan Sel Rusak

 Aki gembung karena kelebihan arus

Normalnya masa pakai aki itu antara 2-2,5 tahun. Tapi, umur pakai ini bisa jauh berkurang atau malah lebih. Ini semua tergantung perawatan dari pemilik kendaraan terhadap komponen pemasok arus ini. “Jika penggunaannya tepat.  Seperti, level ketinggian aki dijaga, beban arus tidak berlebih. Maka umur maksimal bisa dicapai aki itu,” yakin Sahrudin, Technical Support PT GS Battery.

Berkurangnya air aki merupakan hal yang lumrah. Itu karena setiap kali kendaraan digunakan, terjadi proses pengisian arus listrik dari alternator atau dinamo ke aki. Pada saat itulah, air menguap, sehingga kelamaan pastinya akan berkurang jumlahnya.

“Fungsi air aki jadi pengantar arus listrik yang dipasok oleh alternator ke sel-sel aki. Oleh karena itu, bila sel tidak terendam air, proses pengisian arus listrik tidak akan maksimal,” tambah Suryadi, salah seorang pedagang aki yang beralamat di Jl. Cawang,  Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Sel rusak karena batas air kurang

Aki  yang tidak layak digunakan ada beberapa ciri fisik. Cirinya antara lain kondisi aki yang menggembung dan kerusakan sel di dalam aki. “Untuk aki yang gembung bisa dilihat secara transparan. Penyebabnya karena kelebihan gas hidrogen bisa karena overcharge atau sering mengkorsletkan aki untuk mengecek arus,” kata Yadi panggilan akrabnya.

Untuk aki yang mengalami kerusakan sel bisa menyebabkan soak. “Sebab, sel ini yang berfungsi untuk menyimpan arus. Jika sel rusak, pengisian yang dilakukan alternator tidak dapat disimpan. Ini yang menyebabkan aki soak. Gejala ini dapat ditemui seperti susah distarter, bunyi klakson lemah, atau nyala lampu sein redup,” tegas Sahrudin yang hobi sepeda.

Perawatan soal aki ini bisa dengan mengecek sambungan kabel pada terminal aki yang kendur. Akibatnya terminal dan kabel aki jadi panas karena gesekan kabel yang mengandung arus listrik. “Ini bahayanya. Dapat menimbulkan percikan api dan ini dapat menyebabkan kebakaran pada kendaraan. Selain itu aki tidak akan terisi dengan baik pada saat kendaraan dalam kondisi hidup,” sebut Yadi.

Perangkat modifikasi  yang dilakukan pemilik motor juga akan menyebabkan aki cepat rusak. “Beban arus aki itu biasanya untuk menyuplai arus sekitar 70 persen dari batas pada aki. Karenanya penambahan variasi seperti lampu dengan watt besar, klakson dengan suara kencang bila tidak diimbangi pasokan arus listrik dari alternator ke aki, maka aki akan cepat rusak,” wanti Sahrudin yang kelahiran Tegal, Jawa Tengah.
Kerak putih segera dibersihkan dengan air panas

“Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyesuaikan kemampuan alternator bila melakukan modifikasi yang membutuhkan asupan arus listrik lebih banyak,” pesan Yadi. 

Kerusakan aki bisa juga disebabkan pengisian alternator yang sudah kurang baik. “Ini  dapat menyebabkan aki cepat drop atau tekor. Terlebih buat yang banyak memakai variasi elektronik yang diyakini banyak juga memakan arus, kelayakan kerja alternator harus diperhatikan, jika memang tidak sesuai lagi segera ganti dengan yang berdaya lebih besar,” tambah Sahrudin yang berjenggot tipis. 

Kerusakan bisa juga karena membiarkan butiran putih oksidasi yang terdapat di kepala atau terminal aki. “Kondisi ini sebenarnya wajar saja terjadi di aki basah. Ini disebabkan penguapan yang berlebihan. Segera bersihkan dengan menyiramkan air panas untuk merontokkan kerak. Karena klau tidak segera dibersihkan, kotoran itu akan menggangu arus listrik,” yakin Sahrudin.


Sumber :
1. Penulis : Hend | Teks Editor : Nurfil | Foto : Boyo

Sabtu, 18 Juni 2011

Beda Aki Konvensional dan Aki Maintenance Free

Baterai konvensional dan MF. Sama pakai air cuma beda bahan

Baterai, atau dalam kamus motor, biasa kita sebut aki. Ini jadi komponen pendukung paling penting di motor. "Apalagi di motor modern. Peran aki sangat penting. Terutama karena motor modern sudah pakai elektrik starter. Tanpa aki, sistem ini tidak berfungsi," jelas Hendy Rohendi, Technical Support PT Yuasa, produsen aki yang bermarkas di wilayah Tangerang.

Sebelum melangkah ke penjelasan Hendy, kita pahami dulu apa itu aki. Komponen ini adalah penyimpan listrik yang dihasilkan oleh sepul dan magnet di mesin. Setrum yang ditampung baterai dialirkan ke semua komponen yang membutuhkannya. Misalnya, lampu, elektrik starter.

"Makanya, kita menyebut fungsi aki itu SLI. Bukan Sambungan Langsung Internasional. Tapi, Starting, Lighting dan Iighting. Menghidupkan motor, menyalakan lampu dan memercikan api," ujar Hendy lagi.

Nah, untuk keperluan motor, Hendy menyebut hanya ada dua tipe aki. Yaitu, aki konvensional dan aki maintenance free atau aki MF. "Sebenarnya ada juga aki tipe hybrid. Tapi, untuk motor, belum ada baterai hybrid," tegasnya.

Oke..., mari mulai membahasnya satu per satu. Dimulai dari aki konvensional dulu. Yang dimaksud Hendy sebagai aki konvensional adalah batere yang biasa disebut sebagai aki basah.

"Sebenarnya disebut aki basah karena cairan di dalamnya terlihat. Merendam sel-selnya. Dan, biasanya, sel-sel aki basah dibuat dari bahan timbel alias PbSb," sebut pria yang sudah mengabdi di kantornya selama 30 tahun itu.

"Aki dulu, yang disebut konvensional, dikenali dengan adanya elemen dan air aki atau aki zuur. Karena terlihat air di dalamnya, kita menyebut aki basah," timpal Tjahyo Sugiarto, manajer Quality Assurance, PT Yuasa Indonesia, produsen baterai Yuasa.

Lalu, seiring kemajuan zaman, teknologi baterai alias aki pun berkembang. Pada aki tipe terbaru, ditemukan bahan yang bisa membuat penguapan air makin minim. Di teknologi yang berikutnya, ditemukan penguapan air atau elektrolik di aki lebih kecil.

Tenologi ini memungkinkan produsen baterai membuat aki yang tidak mengharuskan pemakai mengecek air aki. "Karena tidak terlihat itu lah disebut aki kering. Padahal, di dalamnya tetap terdapat aki zuur. Padahal, karena tidak perlu melihat, mengecek dan merawat, kita menyebutnya baterai maintenance free atau aki MF," jelas Tjahyo lagi.

 Aki MF ini sebenarnya masih menggunakan bahan dasar yang sama, yaitu timbel alias PB. Namun, sebagai penghantarnya, bukan lagi menggunakan Sb alias antimon. "Pada aki MF, penghantarnya menggunakan calsium. Makanya disebut PbCa," bilang Hendy dan Tjahyo.

Aki kering atau maintenance- free. Sel lebih padat
Bedanya, accu zuur yang masuk ke dalam baterai MF cenderung menjadi gel. Itu bisa terjadi, karena di sel-sel akinya mengandung zat yang bisa mengikat air. Sehingga air tidak terlihat. Makanya bungkusnya pun tertutup rapat dan hitam.

Jadi, pada intinya, baik aki basah atau aki kering, tetap menggunakan timbel alias Pb sebagai penyimpan listrik. Juga tetap memanfaatkan accu zuur untuk menghantar elektrolitnya. "Bedanya hanya pada rangkaian pengikatnya. Aki maintenance free pakai calcium. Yang basah, pakai antimon," sebut Hendy.

Sekarang, kenapa aki basah perlu pengisian air murni untuk merawatnya? Seperti dijelaskan Hendy dan Tjahyo, sifat Sb alias Antimon mereduksi air (zuur). Akibatnya, air di sel baterai berkurang. "Jika H2O menguap, maka timbalnya akan bereaksi dengan udara luar. Akibatnya, lapisan timbel di sel aki bisa rusak. Makanya, ketinggian air aki harus di atas batas lower," wanti Tjahyo.

Beda dengan sifat calcium (PbCa). Calcium punya sifat mengikat oksigen. Alhasil, penguapan air jadi rendah. "Penguapannya lebih lama dari umur aki itu sendiri. Sebelum air habis, sel-sel sudah rusak. Makanya, aki MF tidak perlu perawatan pengisian air. Begitu soak, ya ganti," tegas Tjahyo lagi.

Sekarang bicara perawatannya. Dari tiga perawatan, dua di antaranya sama. Yaitu, kudu tetap jaga kebersihan pentolan sebagai kutub positif dan negatif baterai dari korosi. Dan, tidak sembarangan menambah peranti elektronik. "Bedanya, aki konvensional masih perlu mengecek aki zuur, sedang aki MF tidak perlu," tutup Hendy dan Tjahyo.


Sumber :
1. Penulis : Aries | Teks Editor : Nurfil | Foto : GT
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/24/319399/208/27/Beda-Aki-Konvensional-dan-Aki-Maintenance-Free

Jumat, 17 Juni 2011

Penyebab Aki Jebol

Meski jarang, aki motor juga bisa meledak. Apalagi kalau minim perawatan dan dibiarkan berulang-ulang. Bodi semplakan bisa gosong atau kulit jadi taruhan.

Aki meledak dapat terjadi jika tegangan yang tersimpan di aki melebihi kapasitas yang dibutuhkan. Orang umum bilang itu overcharge, akibat komponen alektronik pembatas dan pengatur tegangan dari sepul alias kiprok sedang alami masalah.

Yang seharusnya aki standar cuma mampu menampung tegangan sekitar 12 volt, tapi malah lebih. Bisa di atas 14~15 volt lebih. Makanya aki bisa meledak. Duaaarr…



Sumber :
1. Penulis : KR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Dok.Motor Plus
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2011/05/19/319387/213/27/Penyebab-Aki-Jebol

XEONERS MALANG