SeKILAT Info XEONERS MALANG :

informasi hub. Leader Xeoners Malang Bro Gion (085755034062) pin 22F54B06
Tampilkan postingan dengan label Turing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Turing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2011

Turing Perdana Xeoners Indonesia Chapter Bekasi Menuju Tapos, Bogor

Beberapa komunitas mengakrabkan anggota dengan melakukan berbagai kegiatan. Selain itu, turing sudah menjadi sebuah kewajiban untuk terus mempererat jalinan antar sesama anggota sekaligus silaturahmi dengan komunitas lain. Pun demikian dengan yang dilakukan dengan Xeoners Indonesia Chapter Bekasi (XICB). Agar terjalin rasa persaudaraan dilakukan turing perdana menuju Tapos, Bogor.
Menurut Ivan selaku road captain mengaku, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota xeoners khususnya di chapter bekasi sekaligus pelantikan beberapa anggota baru.
Tapos dipilih selain lokasinya tidak terlalu jauh, sebagai langkah awal yang diutamakan adalah kesuksesan acara dan inti dari turing tersebut. Acaranya sendiri digelar pada 2-3 April 2011 lalu. Karena ada beberapa alasan, akhirnya panitia membagi peserta turing dalam dua bagian. Selain itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, rombongan masuk dalam dua kloter. Untuk anggota yang terbagi pada kloter pertama berangkat pada pukul 07.00 WIB. Sementara untuk kloter dua menyusul ke lokasi acara sekitar pukul 19.00 WIB.
"Kami sengaja membagi rombongan turing dalam dua kloter. Karena di komunitas ini ada beberapa yang kerja dan ada urusan lain. Untuk kloter pertama berangkat pagi hari. Sisanya menyusul setelah adzan Isya. Pada akhirnya walau dibagi dalam dua kloter, rekan-rekan bisa sampai dengan selamat," ujar Ivan. Kloter pertama jumlahnya 10 motor, 10 rider, dua boncenger serta satu unit mobil dengan membawa enam orang penumpang. Sementara rombongan kedua atau yang menyusul pada malam harinya ada tiga motor dengan tiga rider.
Rombongan pertama  kumpul di lokasi kopdar yakni di LIA GALAXY pada pukul 06.00. Setelah anggota berkumpul semua,  selanjutnya adalah melakukan ceklist untuk semua perlengkapan safety riding.  Setelah dirasa cukup, kemudian rombongan pertama memulai perjalanan dengan melewati rute Rawa Lumbu-Bantar Gebang-Cileungsi-Citeureup-Cibinong-Bogor dan Tapos. Rombongan langsung menuju lokasi karena sebelumnya bensin sudah terisi penuh. Tidak ada istirahat, untuk mempersingkat waktu. Sementara itu, rombongan kedua menyusul malam harinya dengan menyusuri jalan Kalimalang-MT Haryono-Kalibata-Depok-Sawangan-Pemda Cibinong-Bogor untuk kemudian sampai ke Tapos dan berjumpa dengan rombongan yang sudah berangkat lebih awal.
Selama perjalanan, rombongan pertama dan kedua tidak menemui hambatan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya kendala terjadi pada bro Indra Fikri yang motornya mengalami masalah. Kejadian tersebut saat memasuki Bogor menuju Tapos. Karena kondisi mesin yang belum membaik, akhirnya diputuskan untuk menarik motor menggunakan tambang dan diikatkan ke motor bro Ivan hingga ke lokasi acara. Rombongan pertama sampai di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB.
Disaat acara, seorang motobiker dari Tangerang, bro Iman turut hadir dan bergabung dengan anggota lain. Sekitar pukul 20.00 WIB, acara dimulai dengan membakar api unggun dan dilanjutkan dengan barbeque-an. Setelah itu, acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan calon anggota baru pada pukul 22.00 WIB. Disela-sela acara XICB juga turut kedatangan tamu dari Cianjur dan Sukabumi. Setelah dilakukan penjemputan oleh bro Wisnu dan bro Rey mereka akhirnya ikut berkumpul dilokasi acara.
Chapter Cianjur terdiri dari empat motor (4 rider), sementara chapter Sukabumi terdiri dari tiga motor (3 rider). Sementara itu, Presiden Xeoner, bro Faisal juga turut hadir bersama bro Taufik. Sementara itu, rombongan kloter kedua sampai dilokasi acara sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah acara barbeque selesai, calon anggota baru dikumpulkan dilapangan untuk menjalani pelantikan dan test yakni membongkar busi dan membongkar aki sampai selesai dan dilanjutkan istirahat. Esok paginya, acara santai dan ramah-tamah dengan seluruh anggota. Setelah itu, rombongan bersiap untuk kembali ke Bekasi dan sampai di Depok sekitar pukul 17.00 WIB, dan akhirnya sampai dilokasi kopdar pada jam 20.00 WIB. Sama seperti berangkat menuju Tapos, rombongan tiba di Bekasi dengan selamat.

Susunan pemberangkatan kloter pertama : Ivan (X-156) Road Captain, Hendry (X-116), Ade (X-267), Wahyudi  (X-266), Aira (X-279), Pei (X-115), Indra Fikri (X-006), Rey (X-194) + boncengers, Wisnu (X-141) sweeper, Gery (X-211) + boncengers.

Susunan pemberangkatan kloter kedua : Angga (X-080), Toton (X-214) Road Captain, Derry (X-255).

Sumber :
1. Author: Ridho | Foto: Dok XICB

Kamis, 31 Maret 2011

Keluarga Besar FOM, Turing Sendang Biru

    
Keluarga Besar Federasi Otomotif Malang (FOM) Turing Sendang Biru - Malang, 
Pada hari Minggu, 27 Maret 2011

KEEP BROTHERHOOD n SAFETY RIDING

Jumat, 25 Maret 2011

Do & Dont Saat Turing

Ibarat melakukan ritual sakral, saat akan turing jarak jauh juga perlu memperhatikan beberapa aturan. Intinya, ada hal yang boleh diterapkan dan tidak (do & don’t). Tujuannya, tentu aja agar journey Anda menyenangkan dan tiba di tujuan dengan selamat! 

Copot Filter Udara Karburator 
Gak boleh. Sebab debu dan kotoran akan mudah tersedot ke alat pengabut bahan bakar. “Apalagi, menempuh jarak jauh kerap melintasi jalan dengan beragam kondisi. Kotoran yang menumpuk, justru akan mengganggu kinerja peranti itu hingga kerusakan berat,” bilang Anto dari Singo Motor di Cempaka Putih, Jaktim. 


Ban Kecil 
Haram diterapkan. Gak cuma bikin handling kurang stabil yang bisa mengancam keselamatan. Perjalanan juga bikin capek dan boros bensin. “Coba bayangin saat menikung tiba-tiba ban slip, tak mustahil Anda terlempar mencium aspal,” ujar Jacky dari Obelix Extreme Motorcycle di Condet, Jaktim. Hiii.. ngeri, kan?


Ceper 
Hindari deh, gaya ini. Apalagi kondisi jalan di daerah gak semuanya rata. “Selain bikin perut sakit dikocok-kocok, umur peredam kejut juga jadi pendek,” wanti Adi dari bengkel Midnight di kawasan Slipi, Jakbar. 


Aksesori Berbahaya 
Niatnya peranti ini buat mempermanis. Tapi banyak juga yang justru malah mengancam jiwa. “Misal mika lampu belakang bening. Gak cuma melanggar aturan lalu-lintas, tapi mengganggu pengendara lain (terkecoh). Harusnya kalo mikanya bening, bohlamnya tetap berwarna sesuai aturan,” tutur Agusta pemilik workshop Ceris Motor di Duren Sawit, Jaktim.

Ada juga grip gas non karet. Secara tampilan mungkin lucu. “Tapi tak jarang grip model gini kerap bikin pegal, karena telapak tangan tak maksimal menggenggam kemudi, cepat panas, berkeringat hingga licin. Efeknya, konsentrasi pun terganggu,” sahut Nano dari Sadam Motor di Ragunan, Jaksel.

Lainnya, footstep racing. Kalo buat show bike mungkin gak masalah. Tapi buat harian atau dipakai jarak jauh, jelas kurang direkomendasi. “Utamanya, pijakan kaki begitu, mengubah posisi riding Anda. Pegal, sudah pasti jadi menu utama,” ucap Rey Ratukore, pembalap Bintang Racing Team, mengingatkan. 


Jok Tipis 
Sebaiknya jangan diadopsi buat menempuh jarak jauh. “Duduk berlama-lama di sadel model begini dan melewati jalan beragam kontur akan membuat bokong Anda panas dan kurang nyaman. Tak mustahil malah memicu ambeyen, lo!” jelas Yorry dari Yatim Speed perwakilan Manggarai, Jaksel.


Box 
Di satu sisi, sangat membantu biker dalam hal penempatan barang bawaan. Tapi kalo pemakaiannya berlebihan di motor Anda, peranti ini justru malah bikin ribet. Besutan jadi kelebihan beban, dimensinya pun jadi semakin lebar.

Sebaliknya, kalo mau pakai wadah ini, sesuaikan kebutuhan dengan pertimbangan keseimbangan motor juga. “Pilih yang berbahan plastik agar air tak tembus ke dalam. Isinya, juga disortir lagi yang penting-penting aja, seperti tool kit, senter kecil, spare-part cadangan, jas hujan atau alat P3K,” anjur Ahon, bos gerai variasi Sejati Motor di Ciledug, Tangerang. 


Karburator 
Mending pakai standarnya aja. Toh, turing kan kita menikmati perjalanannya, bukan mau kebut-kebutan. “Jadi gak perlu ganti karbu gede. Karena ujung-ujungnya, justru boros bensin dan bikin bengkak biaya beli bahan bakar,” papar Jaue dari Jaws Matic Specialis di daerah Cilandak, Jaksel.


Beban Kelistrikan 
Pakai lampu tambahan, klakson berlebihan akan membebani kinerja aki. “Alhasil, peranti ini cepat tekor yang justru mengimbas ke sektor kelistrikan yang lain. Efek dominonya, komponen mesin juga ikut kena getahnya,” tutur Herry dari toko Inti Jaya Motor di Ciledug, Tangerang. 


Knalpot Racing 
Dipakai untuk di dalam kota yang lalu-lintasnya padat, bisa jadi peranti itu sangat mendukung akselerasi. Kan treknya pendek-pendek dan patah. “Lha kalo dipakai untuk jalan jauh yang lintasannya panjang, gak cuma kantong jebol buat beli bensin. Tapi suaranya sungguh mengganggu lingkungan sekitar. Ingat lo, di beberapa daerah ada yang menerapkan aturan anti knalpot bising,” urai Robi, modifikator dari R’colours di Buah Batu, Jabar.



Sumber :
1. PENULIS:Iman, Doni
2. http://motorplus.otomotifnet.com/read/2009/06/09/5207/53/14/Do-Dont-Saat-Turing

XEONERS MALANG